Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sawad Bin Ghaziyyah Ra Di Medan Perang Bersama Rasulullah

Kisah Sawad Bin Ghaziyyah Ra

Kisah Sawad Bin Ghaziyyah Ra

Patimon.site - Sawad bin Ghaziyyah RA adalah salah satu dari Ahlul Badar yang berani, dan dia termasuk dalam sedikit sahabat yang mendapat syahid di medan Perang Badar. Ketika pertempuran berlangsung, Nabi SAW mengatur barisan dengan penuh perhatian, mirip dengan bagaimana kita meluruskan shaf-shaf dalam shalat. Ketika tiba di barisan Sawad, Nabi melihat bahwa posisinya tidak sejajar, tidak sejajar dengan sahabat yang lain. Dengan lembut Nabi memukul perut Sawad dengan anak panah sambil berkata, "Mari, Sawad, mari luruskan barisanmu!"

Tapi, dengan tak terduga, Sawad menjawab, "Wahai Rasulullah, engkau telah melukai hatiku. Izinkan aku untuk membalas perlakuanmu..!!"

Sahabat-sahabat terkejut, bahkan beberapa dari mereka merasa marah mendengar kata-kata Sawad ini, terutama Umar bin Khattab. Nabi SAW sendiri terkejut, tapi beliau dengan tenang meredakan situasi. Sambil memberikan anak panah yang digunakan untuk memukul, beliau berkata, "Kalau begitu, jika kamu mau, balaslah, Sawad!"

Dengan hati berdebar, Sawad menerima anak panah dari tangan Nabi SAW dan berkata, "Wahai Rasulullah, engkau memukulku di tempat yang tidak tertutup oleh pakaian. Maka, tolong bukalah baju Anda..!!"

Sahabat-sahabat semakin marah dengan tindakan tidak pantas dan permintaan aneh dari Sawad. Tapi Nabi SAW tetap tenang dan mengabulkan permintaan Sawad. Setelah melonggarkan bajunya, Sawad langsung melemparkan anak panah itu dan memeluk perut Nabi SAW dengan penuh kasih sambil menangis bahagia, sambil meminta maaf kepada beliau. Nabi SAW kembali terkejut oleh tindakan tak terduga Sawad ini. Dengan lembut beliau berkata, "Apa yang kamu lakukan, Sawad?"

Dengan tulus, Sawad menjawab, "Inilah yang selalu kuinginkan, ya Rasulullah. Aku selalu berharap agar kulitku yang hina ini bisa bersentuhan dengan kulitmu yang mulia. Aku bersyukur karena saat ini harapanku terpenuhi. Semoga ini menjadi momen terakhir dalam hidupku bersamamu...!!"

Senyum terukir di wajah Nabi SAW, karena tindakan Sawad adalah ungkapan cinta yang mendalam kepadanya. Dengan hangat, Nabi mendoakan yang terbaik untuk Sawad, memohonkan ampunan baginya.

Ketika pertempuran berkobar, Sawad dengan berani melompat ke barisan musyrikin yang jauh lebih banyak jumlahnya, lebih dari tiga kali lipat jumlah sahabat. Dengan semangat jihad yang berkobar dan keinginan untuk mencapai syahid di jalan Allah, dia menyerang musuh tanpa sepercik rasa takut. Meskipun luka-luka dan sayatan senjata membuat tubuhnya terluka, dia tidak berhenti menghadang serangan musuh. Sawad hanya berhenti berjuang ketika tubuhnya tidak sanggup lagi, kaki dan tangannya terlalu lemah karena luka-luka dan darah yang mengalir deras. Namun, senyum terukir di bibirnya saat jatuh ke tanah, karena jiwa dan rohnya disambut oleh para malaikat, yang mengantarkannya ke hadapan Allah dengan penuh cinta.

Itulah kisah sawad bin ghaziyyah Ra di medan perang bersama rasulullah, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Sawad Bin Ghaziyyah Ra Di Medan Perang Bersama Rasulullah "