Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Boleh Niat Puasa Setelah Subuh?

Apa Boleh Niat Puasa Setelah Subuh?

Apa Boleh Niat Puasa Setelah Subuh?

Patimon.site - Sebelum menjalankan ibadah puasa, penting untuk membaca niat terlebih dahulu. Biasanya, niat dibaca pada malam sebelum berpuasa dilakukan. Namun, bagaimana jika membaca niat puasa setelah waktu subuh?

Apakah puasa yang dijalankan tetap sah?

Membaca Niat Puasa Setelah Subuh, Bagaimana Hukumnya?

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju,” (HR.Bukhari dan Muslim).

Dari hadis di atas, dijelaskan bahwa niat adalah hal utama dalam memulai ibadah. Kualitas ibadah seseorang sangat bergantung pada niatnya, termasuk niat berpuasa. Oleh karena itu, beberapa ulama merujuk kepada beberapa hadis mengenai hukum niat puasa setelah waktu subuh.

Hukum Niat Puasa Wajib Setelah Subuh

Rasulullah SAQ bersabda, “Barangsiapa yang tidak berniat sebelum fajar (Subuh) maka puasanya tidak sah,” (HR.Abu Daud, Tirmidzi, dan An Nasa’i).

Mengacu pada hadis di atas, niat berpuasa harus dilakukan sebelum fajar atau sebelum menjalankan puasa. Jika tidak demikian, maka puasanya tidak dianggap sah atau tidak bernilai sebagai ibadah. Para ulama menjelaskan bahwa penjelasan dalam hadis tersebut berlaku khusus untuk puasa wajib.

Jadi, ketika seseorang berniat untuk menjalankan puasa wajib, sebaiknya mereka membaca niat puasa sebelum terbit fajar atau sebelum waktu subuh. Hal ini bertujuan agar ibadah puasanya dianggap sah dan bernilai sebagai ibadah.

Karena itu, hukum melakukan niat puasa wajib setelah subuh tidak diperbolehkan. Beberapa jenis puasa wajib yang harus memperhatikan waktu niatnya termasuk puasa Ramadan, puasa qada, dan puasa nazar.

Sebagai langkah pencegahan, biasanya jika seseorang telah berniat untuk menjalankan puasa wajib tersebut, niat boleh dibaca pada malam sebelum tidur atau setelah melaksanakan shalat tarawih untuk puasa Ramadan.

Hukum Niat Puasa Sunah Setelah Subuh

Sebaliknya, jika Anda berniat untuk berpuasa sunah, maka diperbolehkan niat setelah subuh. Hal ini sejalan dengan riwayat yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Imam Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah ra pernah berkata, "Suatu hari, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang kepadaku dan bertanya, 'Apakah kamu memiliki makanan?' Kami menjawab, 'Tidak ada.' Beliau berkata, 'Kalau begitu, saya akan berpuasa.' Kemudian, beliau datang lagi pada hari yang lain dan kami mengatakan, 'Wahai Rasulullah, kita telah diberi hadiah berupa Hais (makanan yang terbuat dari kurma, samin, dan keju).' Maka beliau berkata, 'Bawalah kemari, sesungguhnya sejak tadi pagi aku telah berpuasa'."

Imam Nawawi menjelaskan bahwa dalil ini disepakati oleh mayoritas ulama sebagai bukti bahwa diperbolehkan untuk berniat puasa sunah di siang hari sebelum waktu zawal (ketika matahari bergeser ke barat).

Batasan Waktu Niat Puasa Sunah

Tentang batasan waktu puasa sunah, terdapat dua pandangan dari para ulama:

Pertama, tidak diperbolehkan untuk berniat setelah pertengahan siang. Pandangan ini dianut oleh Imam Abu Hanifah dan pengikut-pengikutnya.

Kedua, diperbolehkan untuk berniat sebelum atau sesudah zawal (ketika matahari tergelincir ke barat), karena tidak ada batasan waktu yang disebutkan dalam hal ini. Pandangan ini adalah pendapat lebih baru yang dipegang oleh Imam Syafi'i dan menjadi pandangan Imam Ahmad.

Niat untuk Puasa Sunnah, Tidak Diwajibkan Berniat di Malam Hari Sebelumnya

Menurut pandangan para ulama, hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah ra menunjukkan bahwa untuk menjalankan puasa sunah, tidak diwajibkan untuk membuat niat di malam hari (tabyiytun niat). Aturan ini berlaku untuk puasa sunnah yang bersifat umum.

Namun, terdapat pengecualian untuk puasa sunah yang memiliki waktu tetap. Dalam hal ini, niat berpuasa sebaiknya dilakukan pada malam hari atau sebelum waktu subuh. Sebagai contoh, puasa sunah Ayyamul Bidh yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah.

Niat Puasa Sunah di Pagi Hari 

Niat puasa sunah tidak selalu dapat dilakukan pada pagi hari. Terdapat persyaratan yang harus dipertimbangkan, seperti belum melakukan tindakan-tindakan yang dapat membatalkan puasa sejak waktu subuh.

Hukum Niat Puasa Ramadan Setelah Subuh karena Kesiangan

Terdapat tiga pendapat dari ulama mengenai niat puasa Ramadan setelah waktu subuh karena keterlambatan atau kelupaan, dan inilah pendapat mereka:

Menurut Imam Hanafi:

Jika seseorang melupakan atau terlambat dalam berniat puasa di malam harinya, dan kemudian kesiangan serta tidak sempat makan sahur, puasanya tetap dianggap sah dan tidak perlu menggantinya di luar bulan Ramadan.

Pendapat Imam Malik:

Imam Malik berpendapat bahwa jika seseorang bangun kesiangan dengan tidak sengaja, maka masih diperbolehkan untuk berniat puasa Ramadan setelah terbit fajar.

Menurut Imam Syafi’i:

Imam Syafi’i berpendapat bahwa niat puasa Ramadan harus dilakukan pada malam hari. Jadi, jika seseorang bangun kesiangan dan lupa untuk berniat puasa Ramadan, maka ia tetap harus menahan diri dari makan dan minum di siang harinya dan wajib mengqadha puasanya.

Itulah penjelasan mengenai niat puasa setelah waktu subuh. Semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Apa Boleh Niat Puasa Setelah Subuh?"