Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Kisah perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

bagaimana kisah perjalanan isra mi'raj nabi muhammad saw

Bagaimana Kisah perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

Patimon.site - Peristiwa Isra Miraj memiliki makna penting bagi umat Islam. Hal ini merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW ke langit ke-7 dan pertemuan dengan para nabi terdahulu.

Isra Miraj terjadi pada tanggal 27 Rajab. Allah SWT memberikan perintahnya langsung kepada Rasulullah SAW, bukan melalui Malaikat Jibril.

Isra Miraj terdiri dari dua peristiwa berbeda. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, di mana ia mengendarai Buraq. Sementara itu, Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Bumi ke langit ke-7, di mana ia bertemu dengan Allah SWT di Sidratul Muntaha dan menerima perintah untuk mendirikan salat.

Pada awalnya, Allah SWT memerintahkan 50 kali salat, namun atas permintaan Nabi Muhammad SAW, jumlah itu dikurangi menjadi hanya 5 kali salat sehari semalam.

Secara etimologi, Isra Miraj berasal dari kata 'isra,' yang berarti perjalanan, dan 'miraj,' yang berarti tangga atau perjalanan.

Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Terdahulu

Dalam kisah Isra Miraj, Rasulullah bertemu dengan beberapa nabi terdahulu di setiap langit yang dia lewati. Pada langit pertama, beliau bertemu dengan nabi pertama, Nabi Adam AS.

Setelah sampai di langit kedua, Rasulullah kemudian bertemu dengan dua nabi, yaitu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS. Perjalanan beliau terus berlanjut ke langit ketiga, di mana beliau bertemu dengan Nabi Yusuf AS.

Setelah berjumpa dengan Nabi Yusuf AS, Rasulullah melanjutkan perjalanan ke langit ke-4, di mana beliau bertemu dengan Nabi Idris. Kemudian, di langit ke-5, Rasulullah bertemu dengan Nabi Harun.

Kesedihan Nabi Musa AS

Pertemuan antara Rasulullah dengan para nabi terdahulu dalam kisah Isra Miraj berlangsung penuh kebahagiaan, namun situasinya berbeda ketika beliau bertemu dengan Nabi Musa AS.

Kesedihan Nabi Musa terjadi pada langit keenam ketika Rasulullah hendak melanjutkan perjalanan ke langit ketujuh. Nabi Musa terlihat menangis.

Rasulullah bertanya mengapa Nabi Musa menangis saat bertemu dengannya. Nabi Musa menjawab bahwa ia merasa sedih karena melihat Rasul yang lebih muda namun memiliki jumlah umat yang lebih besar yang akan masuk surga dibandingkan dengan umatnya sendiri.

"Musa menangis karena merasa sedih bahwa jumlah umatnya lebih sedikit daripada umat Muhammad dan keutamaannya kalah dari Nabi Muhammad" (Syekh Badruddin Ahmad al-Aini, Kitab Umdatul Qari).

Nabi Musa menyesal tidak dapat memanfaatkan umurnya yang lebih panjang untuk lebih banyak berdakwah kepada umatnya agar mereka dapat lebih taat kepada Allah SWT.

Itulah perjalanan Isra Mi'raj nabi Muhammad SAW, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Bagaimana Kisah perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW"