Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Abu Nawas Dan Khalifah Harun Al Rasyid

Kisah Abu Nawas Dan Khalifah Harun Al Rasyid

Kisah Abu Nawas Dan Khalifah Harun Al Rasyid

Patimon.site - Abu Nawas adalah seorang yang cerdik dan memiliki pemikiran yang luas, tetapi karakternya sangat lucu dan menjadi sumber tawa bagi penduduk pada zaman itu. Beliau sangat dihormati dan dicintai oleh Khalifah Harun Al-Rasyid.

Suatu hari, Abu Nawas pergi ke pasar untuk bertemu dengan teman-temannya. Pasar pada pagi itu ramai dengan penduduk yang sedang bertransaksi jual-beli. Ketika tiba di pasar, Abu Nawas berkata, "Hai kawan-kawanku, aku sangat benci kepada yang benar dan sangat cinta kepada fitnah," dan dia juga berkata lagi, "Aku sesungguhnya pada hari ini sangat kaya, bahkan lebih kaya daripada Allah." Penduduk yang mendengar ucapan Abu Nawas mulai curiga dan menuduhnya tidak waras karena semua orang sangat mencintai yang benar dan membenci fitnah, dan sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semua makhluk-Nya.

Penduduk yang ada di sana menangkap Abu Nawas dan membawanya menghadap Khalifah Harun Al-Rasyid. Mereka memberi tahu Khalifah tentang ucapan Abu Nawas di pasar tadi, dan Khalifah sangat marah dengan kata-kata tersebut. Karena Khalifah adalah seorang pemerintah yang adil, beliau tidak segera menghukum Abu Nawas, melainkan ingin memastikan kebenaran dari kata-kata Abu Nawas. Khalifah bertanya kepada Abu Nawas, "Apakah benar kamu mengatakan bahwa kamu sangat membenci yang benar dan mencintai fitnah?" "Benar, wahai Amirul Mukminin," jawab Abu Nawas. Khalifah bertanya lagi, "Apakah benar kamu mengatakan bahwa kamu lebih kaya daripada Allah?" Abu Nawas menjawab, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

Khalifah Harun Al-Rasyid sangat marah kepada Abu Nawas karena dia tahu bahwa Abu Nawas adalah seorang yang beriman dan selalu taat kepada Allah. Khalifah berkata, "Apa yang telah terjadi padamu? Apakah kamu telah murtad karena bisa mengucapkan kata-kata seperti itu?" Abu Nawas tersenyum dan berkata, "Sabarlah, wahai Amirul Mukminin, dengarkan penjelasan hamba." "Apa yang ingin kamu jelaskan lagi? Bukankah kata-katamu sudah jelas dan nyata?" jawab Khalifah. "Begini, wahai Amirul Mukminin," jawab Abu Nawas dan melanjutkan, "Aku sering mendengar orang membaca firman bahwa kematian adalah ketentuan Allah dan neraka adalah ketentuan Allah. Bukankah kematian dan neraka sangat dibenci oleh banyak orang? Saya rasa Amirul Mukminin juga membenci kematian dan neraka sama seperti saya membencinya," kata Abu Nawas. Khalifah Harun Al-Rasyid mengangguk sebagai tanda persetujuan terhadap kata-kata Abu Nawas.

"Bagaimana dengan kata-katamu bahwa kamu sangat mencintai fitnah?" tanya Khalifah. Abu Nawas menjawab, "Anak dan harta bisa membawa fitnah, dan tidak ada seorang pun yang membenci anak dan harta. Khalifah sendiri sangat mencintai anak dan suka mengumpulkan harta." Khalifah mengangguk lagi sebagai tanda persetujuan terhadap kata-kata Abu Nawas.

Khalifah Harun Al-Rasyid bertanya lagi, "Jelaskan padaku mengapa kamu mengatakan bahwa kamu lebih kaya daripada Allah." Abu Nawas menjawab dengan lembut, "Saya memiliki banyak anak, sementara Allah tidak memiliki anak dan tidak diperanakkan." Banyak orang yang berada di situ merasa lega dan puas dengan penjelasan Abu Nawas. Mereka pun pergi untuk melanjutkan aktivitas mereka masing-masing.

Khalifah Harun Al-Rasyid memberikan hadiah kepada Abu Nawas sebagai penghargaan atas kebijaksanaannya dan berkata kepada Abu Nawas, "Apa yang sebenarnya membuatmu mengucapkan kata-kata itu di depan banyak orang?" Abu Nawas menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan Amirul Mukminin, dan hanya dengan cara itu dia dapat bertemu dengan Khalifah Harun Al-Rasyid. Setelah berbincang-bincang dengan Khalifah Harun Al-Rasyid, Abu Nawas memohon diri dan pergi dari situ.

Itulah kisah abu nawas dan khalifah harun al rasyid, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Abu Nawas Dan Khalifah Harun Al Rasyid"