Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibunya

Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibunya

Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibunya

Patimon.site - Alqamah adalah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat taat, rajin beribadah, dan dermawan. Sayangnya, setelah menikah, dia agak lalai dalam memperhatikan ibunya yang masih hidup. Akibatnya, ibunya terpaksa tinggal sendirian, dan ini berlangsung cukup lama tanpa mendapat perhatian yang seharusnya dari Alqamah. Oleh karena itu, sang ibu merasa kecewa dan sedikit hati terhadap anaknya yang kurang memperhatikannya.

Pada suatu hari, Alqamah jatuh sakit parah sehingga anggota keluarganya berkumpul di rumahnya. Namun, ibunya belum tiba. Ketika Alqamah dalam keadaan sekarat, orang-orang yang hadir mulai mengucapkan kalimat tauhid; "LA ILAAHA ILLALLAH". Namun, dia tidak bisa mengucapkan kalimat tersebut, dan upaya itu diulang berkali-kali. Alqamah masih belum bisa mengikuti perintah tersebut. Mulutnya tetap terkatup, dan dia terlihat sangat kesulitan, matanya penuh kebingungan, seolah-olah meminta pertolongan. Semua sahabat yang hadir merasa heran, karena mereka tahu bahwa Alqamah adalah seorang sahabat Nabi yang taat dan wara', dan dia adalah teladan yang baik selama hidupnya. Mereka bingung dan saling bertanya-tanya mengapa Alqamah, seorang sahabat yang saleh, mengalami hal ini.

Beberapa sahabat yang hadir segera melaporkan kejadian ini kepada Rasulullah SAW. Baginda kemudian mengutus beberapa sahabat lainnya untuk menjenguk Alqamah dan melihat kondisinya secara langsung, serta mencoba mengucapkan kalimat tauhid lagi. Namun, setelah mencoba beberapa kali, Alqamah tidak mengalami perubahan, bahkan terlihat semakin gelisah dan takut.

Akhirnya, Rasulullah SAW datang sendiri ke tempat Alqamah. Dengan penuh perhatian dan kasih sayang, Baginda mencoba mengucapkan kalimat tauhid, tetapi Alqamah masih tidak bisa mengikuti. Rasulullah pun bertanya kepada hadirin, "Apakah Alqamah masih memiliki ibu kandung?" Salah satu dari mereka menjawab, "Ibunya masih hidup." Kemudian Rasulullah bertanya lagi, "Di mana ibunya?" Istrinya menjawab, "Dia berada di dusun itu. Dia tinggal sendirian, Ya Rasulullah."

Rasulullah kemudian meminta agar ibu Alqamah datang. Setelah ibunya tiba, Nabi pun menanyakan padanya tentang situasi Alqamah.

Dalam percakapan itu, ternyata ibu Alqamah masih merasa terluka oleh perlakuan anaknya setelah dia menikah. Hingga saat ini, dia belum bisa memaafkannya, meskipun Nabi sendiri telah memintanya.

Akhirnya, Rasulullah memerintahkan para sahabat dan hadirin untuk mengumpulkan kayu bakar dan minyak. Beberapa orang bertanya, "Untuk apa ini, Ya Rasulullah?" Nabi menjawab dengan tegas, "Untuk membakar Alqamah ini, karena lebih baik kita membakarnya sekarang daripada nanti dia dibakar dalam api neraka Jahannam."

Setelah mendengar putusan dari Nabi, ibu kandung Alqamah merasa sangat terpukul. Dia tidak tega melihat anak kandungnya dipanggang di matanya sendiri. Oleh karena itu, dia segera mendekati Nabi dan berkata, "Wahai junjungan alam, janganlah dibakar anakku ini, biarlah kumaafkan segala kesalahannya itu dan aku relakan segala pengorbananku untuknya”. Sambil bersaksi bahwa ”Aku mengakui bahwa tiada Tuhan selain dari pada Allah, dan aku mengakui bahwa Muhammad benar benar Rasul-Nya”. Dan untuk hadirin aku bersaksi bahwa benar benar anakku Alqamah ini, segala kesalahannya telah kumaafkan dan telah kurelakan.

Pada saat itu, Nabi memerintahkan sahabat untuk melihat keadaan Alqamah. Mereka menemukan bahwa Alqamah sedang mengambil nafas terakhirnya sambil mengucapkan kalimat tauhid. Wajahnya jernih, matanya sayu, dan senyum terukir di bibirnya, sambil mengucapkan kalimat Thaiyibah: ”LA ILAAHA ILLALLAH”

Dia kembali dengan ketenangan, dan wajahnya bercahaya. "INNA LILLAHI WA INNA ILAHI RAJIUN” Alqamah telah kembali dengan tenang ke dalam rahmat Allah SWT.

Itulah kisah Alqamah durhaka kepada Ibunya, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Alqamah Durhaka Kepada Ibunya"