Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Anak Nabi Muhamma Yang Meninggal

Kisah Anak Nabi Muhamma Yang Meninggal

kisah anak nabi muhammad yang meninggal

Patimon.site - Syawal menjadi bulan yang penuh duka bagi Rasulullah SAW. Karena pada bulan ini, putra kecil yang sangat beliau cintai, Sayyid Ibrahim, menghembuskan napas terakhirnya. Air mata Rasulullah saw. mengalir deras membasahi pipinya, dan hatinya dipenuhi oleh kesedihan yang sangat mendalam. Para sahabat yang hadir pada saat itu melihat betapa Rasulullah sangat merasakan kehilangan atas kepergian putranya yang tercinta. Dalam salah satu hadits diungkapkan,

إنَّ العَيْنَ تَدْمَعُ، والقَلْبَ يَحْزَنُ، ولَا نَقُولُ إلَّا ما يَرْضَى رَبُّنَا، وإنَّا بفِرَاقِكَ يا إبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ.

Artinya, “Sungguh mata ini meneteskan air mata dan hati ini sedang dirundung duka. Namun, kami tidak mengatakan sesuatu yang tidak diridhai Rabb kami. Sungguh, kami bersedih atas kepergianmu, wahai Ibrahim.” (HR Bukhari)

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 29 Syawal tahun 10 H, yang bersamaan dengan 27 Maret 632 Masehi. Informasi ini disampaikan oleh Maumud Basya dalam bukunya yang berjudul Natâijul Afhâm. Meskipun ada pendapat lain yang mengenai tanggal dan bulan yang berbeda, para sejarawan telah sepakat bahwa Sayyid Ibrahim wafat pada tahun 10 H ketika usianya hanya dua tahun. (Mahmud Khitab as-Subki, Ad-Dinul Khalish, tanpa tahun: juz III, h. 77)

Sayyid Ibrahim adalah salah satu dari tiga putra Rasulullah yang semuanya meninggal dalam usia dini. Mereka adalah Sayyid Ibrahim, Sayyid Qasim, dan Sayyid 'Abdullah yang dikenal sebagai Ath-Thayyib (yang baik) dan Ath-Thahir (yang suci). Selain ketiga putra tersebut, Rasulullah memiliki tujuh anak, termasuk empat putri yaitu Sayyidah Fathimah, Sayyidah Zainab, Sayyidah Ruqayyah, dan Sayyida Ummu Kultsum. Kesemua putra-putri ini lahir dari rahim Sayyidah Khadijah, kecuali Ibrahim yang merupakan hasil dari pernikahan dengan Sayyidah Mariyatul Qibthiyah. Syekh Ahmad Marzuqi bahkan menciptakan syair-syair indah mengenai Ibrahim dalam kitabnya yang berjudul 'Aqîdatul 'Awwâm.

وَسَـبْـعَةٌ أَوْلاَدُهُ فَمِـنْـهُمُ * ثَلاثَـةٌ مِـنَ الذُّكـُوْرِ تُـفْهَمُ

قَاسِـمْ وَعَبْدُ اللهِ وَهْوَ الطَّيِّبُ * وَطَاهِـرٌ بِذَيْـنِ ذَا يُـلَـقَّبُ أَتَاهُ إبْرَاهِـيْـمُ مِنْ سُـرِّيـَّهْ * فَأُمُّـهُ مَارِيَّةُ الْـقِـبْـطِـيَّـهْ وَغَيْـرُ إِبْرَاهِيْمَ مِنْ خَـدِيْجَهْ * هُمْ سِتَـةٌ فَخُـذْ بِهِمْ وَلِـيْجَهْ وَأَرْبَعٌ مِـنَ اْلإِنَاثِ تُـذْكَـرُ * رِضْـوَانُ رَبِّي لِلْجَمِـيْعِ يُذْكَرُ 

فَاطِـمَـةُ الزَّهْرَاءُ بَعْلُهَا عَلِيْ * وَابْنَاهُمَا السِّـبْطَانِ فَضْلُهُمُ جَلِيْ فَزَيْـنَبٌ وَبَعْـدَهَـا رُقَـيَّهْ * وَأُمُّ كُـلْـثُـومٍ زَكَـتْ رَضِيَّهْ

Artinya, “Ada tujuh orang putra-putri Nabi Muhammad, di antara mereka adalah tiga orang laki-laki, maka bisa dipahami.” “Sayyid Qasim dan Sayyid Abdullah yang mempunyai gelar (julukan) At-Thayyib dan At-Thahir. Melalui sebutan inilah (At-Thayyib dan At-Thahir ) Sayyid Abdullah diberi gelar.” “Anak yang ketiga bernama Sayyid Ibrahim dari hamba sahaya perempuan dan ibunya bernama Mariyyatul Qibthiyyah.” “Selain Sayyid Ibrahim, Ibu dari putra putri Nabi Muhammad berasal dari Khadijah, mereka semua enam orang (selain Sayyid Ibrahim). Maka kenalilah dengan penuh kasih sayang lahir dan batin. “Dan empat orang anak perempuan Nabi yang akan disebutkan, semoga Allah meridhai mereka semua.”

“Fatimah Az-Zahra yang memiliki suami Ali Bin Abi Thalib dan kedua putra mereka (Hasan dan Husein) adalah cucu Nabi Muhammad yang sudah jelas keutamaannya.” “Kemudian Zainab, selanjutnya Ruqayyah dan Umu Kultsum yang suci dan diridhai.”

Saat Sayyid Ibrahim wafat, kejadian menarik lainnya terjadi yaitu gerhana matahari. Peristiwa ini menjadi sorotan dan membuat para sahabat terheran-heran, bahkan ada yang mengaitkannya dengan kewafatan putra Nabi. Namun, Rasulullah akhirnya memberikan penjelasan kepada mereka bahwa gerhana matahari adalah fenomena alam yang merupakan tanda-tanda kebesaran Allah swt. Dalam salah satu hadits dijelaskan,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari)

Hadits di atas menjelaskan bahwa baik gerhana matahari maupun gerhana bulan adalah fenomena alam yang semata-mata merupakan tanda kebesaran Allah, dan tidak memiliki kaitan dengan kelahiran atau kematian seseorang. Saat peristiwa gerhana terjadi, umat Muslim disarankan untuk melaksanakan shalat gerhana, berdoa, dan meningkatkan amal sedekah. Alasannya adalah ketika terjadi peristiwa yang tidak biasa seperti gerhana, manusia cenderung lebih fokus pada pengingat Allah dan tidak terlalu terikat pada urusan dunia. Dengan demikian, doa mereka lebih mungkin untuk dikabulkan. (Syekh Ali Muhammad al-Qari, Mirqâtul Mafâtîḫ, 2001: juz III, h. 533)

Hikmah wafatnya putra Nabi

Semua putra Nabi Muhammad wafat ketika mereka masih dalam usia balita. Artinya, mereka meninggal sebelum Nabi wafat. Hikmah yang terkandung dalam ketetapan Allah ini adalah untuk memastikan bahwa setelah kewafatan Rasulullah, tidak akan ada orang dari keturunan beliau yang akan diangkat sebagai pewaris kenabian. Hal ini sangat mungkin terjadi jika putra-putra Nabi masih hidup. Namun, sudah jelas bahwa Rasulullah adalah Nabi terakhir. (Muhammad Faraj, Al-‘Abqariyyatul ‘Askariyyah, 1958: 65)

Status Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir telah dijelaskan secara mendalam dalam teks-teks agama, salah satunya adalah ayat Al-Qur'an berikut,

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا 

Artinya, “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Ahzab [33]: 40) (Muhamad Abror)

Itulah kisah anak nabi muhammad yang meninggal, semoga informasi ini bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Anak Nabi Muhamma Yang Meninggal"