Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Khalifah Umar Bin Khattab Dan Ibu Pemasak Batu

Kisah Khalifah Umar Bin Khattab Dan Ibu Pemasak Batu

Kisah Khalifah Umar Bin Khattab Dan Ibu Pemasak Batu

Patimon.site - Umar adalah seorang pemimpin teladan yang sangat memahami kepentingan rakyatnya, meskipun dia hidup dalam sederhana.

Pada suatu malam, Khalifah Umar bin Khattab sering berkeliling untuk mengunjungi dan menyelidiki kondisi rakyatnya dengan sangat dekat. Pada salah satu malam tersebut, dia menemukan sebuah gubuk kecil di mana terdengar tangis anak-anak dari dalamnya. Dia mendekat dan berusaha memeriksa situasi di dalam gubuk tersebut.

Ternyata di dalam gubuk itu, ada seorang ibu yang sedang memasak sambil dikelilingi oleh anak-anaknya yang masih kecil. Sang ibu terus menenangkan anak-anaknya, mengatakan bahwa makanan yang dimasaknya akan segera matang. Khalifah Umar sangat penasaran karena makanan yang dimasak oleh ibu tersebut belum juga matang meskipun sudah lama.

Akhirnya, Khalifah Umar memutuskan untuk berbicara dengan ibu tersebut. Dia bertanya mengapa anak-anaknya terus menangis, dan ibu tersebut menjawab bahwa mereka sangat lapar. Khalifah Umar bertanya mengapa ibu itu tidak memberikan makanan yang telah dimasaknya, dan ibu tersebut menjawab bahwa periuk yang dia masak hanya berisi batu untuk menenangkan anak-anaknya. Ia berharap anak-anaknya akan berpikir bahwa periuk tersebut berisi makanan sehingga mereka akan berhenti menangis dan tertidur.

Setelah mendengar penjelasan ibu tersebut, Khalifah Umar sangat terharu. Dia bertanya apakah ibu tersebut melakukan hal tersebut setiap hari, dan ibu tersebut menjawab bahwa dia adalah seorang janda yang tidak memiliki keluarga atau suami yang dapat membantunya. Khalifah Umar sangat merasa tersentuh mendengar cerita ini.

Kemudian, Khalifah Umar bertanya mengapa ibu tersebut tidak meminta bantuan kepada pemerintah atau Baitul Mal. Ibunya menjawab bahwa dia telah merasa diperlakukan dengan tidak adil oleh pemerintah. Khalifah Umar merasa sangat sedih mendengarnya.

Khalifah Umar kemudian berjanji untuk kembali membantu ibu tersebut. Dia pergi ke Baitul Mal di Madinah pada malam yang dingin dan berangin, membawa sekarung gandum besar di pundaknya, sementara sahabatnya Ibnu Abbas membawa minyak samin untuk memasak. Meskipun jaraknya jauh dan Umar sangat lelah, dia tidak membiarkan sahabatnya menggantikan dirinya membawa karung tersebut karena dia merasa bersalah atas apa yang telah terjadi pada ibu dan anak-anaknya.

Setelah beberapa waktu, Khalifah Umar dan Abbas akhirnya tiba di gubuk ibu tersebut. Mereka sangat senang ketika menyerahkan gandum dan minyak samin itu. Umar kemudian meminta ibu tersebut datang keesokan harinya untuk mendaftarkan dirinya dan anak-anaknya di Baitul Mal.

Keesokan harinya, ibu dan anak-anaknya datang untuk menemui Khalifah, dan ibu tersebut sangat terkejut saat mengetahui bahwa orang yang telah membantunya adalah Khalifah Umar bin Khattab sendiri. Dia segera meminta maaf atas kesalahannya dalam menilai Khalifahnya sebagai seorang yang zalim, tetapi Khalifah Umar tetap mengakui kesalahannya dan memberikan bantuan kepada mereka.

Itulah kisah Khalifah Umar bin Khattab dan Ibu pemasak batu, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Khalifah Umar Bin Khattab Dan Ibu Pemasak Batu"