Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sahabat Nabi Yang Kufur Nikmat

Kisah Sahabat Nabi Yang Kufur Nikmat

Kisah Sahabat Nabi Yang Kufur Nikmat

Patimon.site Suatu hari, Tsa'labah bin Hathib yang tengah miskin mendatangi Rasulullah SAW dan memohon doa agar diberikan kekayaan harta. Kisah ini adalah bagian dari cerita Islami tentang kedermawanan dan kekikiran, yang juga menjadi latar belakang turunnya Surat At Taubah: 75-76 dalam Al-Quran.

Tsa'labah berkata, "Mohon doakan saya kepada Allah agar Dia memberi saya kekayaan."

Rasulullah menjawab, "Hai Tsa'labah, sedikit yang engkau syukuri lebih baik daripada banyak yang tidak mampu engkau tanggung."

Tetapi Tsa'labah bersikeras dan bersumpah kepada Rasulullah bahwa jika Allah memberinya kekayaan, dia akan memberikan hak setiap orang yang berhak menerimanya.

Rasulullah kemudian mendoakan Tsa'labah, dan benar saja, dia menjadi seorang peternak kambing yang sukses. Usahanya berkembang pesat, hingga kambing-kambingnya memenuhi Kota Madinah.

Karena kepadatan penduduk, Tsa'labah pindah ke luar Kota Madinah dan tidak lagi mengikuti Salat Fardlu berjamaah dan Salat Jumat. Nabi bertanya dan mendapat jawaban bahwa Tsa'labah telah menjadi sangat kaya, harta kekayaannya melimpah ruah.

Nabi berkata, "Oh celakalah Tsa'labah," dan mengutus dua petugas untuk mengumpulkan zakat dari Tsa'labah. Namun, Tsa'labah menolak dan menyebutnya sebagai jizyah atau pajak.

Tsa'labah berkata, "Ini hanya pajak, pulanglah, biarkan saya berpikir terlebih dahulu." Akibatnya, dua utusan Nabi pulang dengan tangan hampa.

Setelah peristiwa ini, turunlah QS At Taubah 75-76 dalam Al-Quran.

Setelah beberapa waktu berlalu, Tsa'labah datang untuk membawa zakatnya, tetapi Nabi SAW berkata, "Sesungguhnya Allah ta'ala melarangku untuk menerima zakat darimu."

Dengan penuh penyesalan, Tsa'labah menaburkan tanah di atas kepalanya, dan Nabi SAW hanya bisa mengatakan, "Ini adalah balasan perbuatanmu. Sesungguhnya aku telah menyuruhmu, tetapi engkau tidak mematuhi aku."

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Tsa'labah berusaha membayar zakatnya kepada Khalifah Abubakar, namun permohonannya ditolak. Saat berganti Khalifah menjadi Umar bin Khatab, Tsa'labah mencoba lagi, namun zakatnya kembali ditolak.

Akhirnya, pada masa pemerintahan Utsman bin 'Affan, Tsa'labah meninggal dunia. Kisahnya menjadi contoh orang yang berpaling dari ketaatan kepada Allah SWT. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan serupa. Na'udzubillah min dzaalik.

Itulah kisah sahabat nabi yang kufur nikmat, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Sahabat Nabi Yang Kufur Nikmat"