Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan, Julaybib!

Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan

Patimon.site - Namanya Julaibib, itulah panggilan yang biasanya digunakan untuknya. Nama ini mungkin sudah mencerminkan ciri fisiknya yang kecil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap, yang tidak dipilih olehnya atau orangtuanya. Julaibib datang ke dunia tanpa mengetahui orang tua kandungnya. Bahkan masyarakat Yatsrib tidak tahu atau tidak ingin tahu tentang latar belakang keturunannya, karena di mata mereka, tidak memiliki nasab atau keturunan adalah hal yang sangat dihina.

Tampilan fisik dan kehidupan sehari-harinya juga membuat orang sulit mendekatinya. Wajahnya terkesan buruk, tingginya pendek, postur tubuhnya buruk, kulitnya gelap, dan dia hidup dalam kemiskinan. Pakaiannya usang, kakinya terluka tanpa alas kaki. Dia tidak memiliki tempat tinggal, tidurnya hanya dengan tangan sebagai bantal, di atas pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, dan dia minum dari kolam umum dengan menggunakan telapak tangan. Pemimpin Bani Aslam, Abu Barzah, bahkan melarang orang untuk membiarkan Julaibib bergabung dengan mereka.

Tetapi ketika Allah menghendaki untuk memberikan rahmatNya, tidak ada yang dapat menghalanginya. Julaibib menerima hidayah dan selalu berada di barisan terdepan saat shalat dan jihad. Meskipun orang lain mungkin mengabaikannya, Rasulullah SAW, rahmat bagi seluruh alam, peduli padanya. Suatu hari, Rasulullah SAW menegurnya dengan lembut, "Julaibib, apakah kamu sudah menikah?" Julaibib menjawab dengan rendah hati, "Siapa yang mau menikahkan putrinya dengan seseorang seperti saya, Ya Rasulullah?" Rasulullah SAW tersenyum melihat sikap rendah hati Julaibib, dan pertanyaannya ini diulang selama tiga hari berturut-turut.

Pada hari ketiga, Rasulullah SAW menggandeng Julaibib dan membawanya ke rumah seorang pemimpin Anshar. Rasulullah menyatakan niatnya untuk menikahkan putri pemimpin tersebut dengan Julaibib. Sang pemimpin awalnya senang mengira bahwa Rasulullah akan menjadi calon menantu mereka. Namun, ketika Rasulullah mengungkapkan bahwa Julaibib adalah calon suami putri mereka, sang pemimpin terkejut. Meskipun awalnya skeptis, putri mereka menanggapi dengan bijak, memahami bahwa ini adalah permintaan dari Rasulullah SAW.

Putri tersebut kemudian membaca ayat Al-Quran yang menyatakan bahwa jika Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, tidak ada pilihan lain bagi mereka dalam urusan tersebut. Pemimpin dan istrinya akhirnya setuju dengan pernikahan ini, karena ini adalah keinginan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW pun berdoa untuk kebaikan sang gadis, mengharapkan kebahagiaan dan kelimpahan dalam hidupnya.

Maka doa Sang Nabi menjadi kenyataan. Allah memberikan jalan keluar baginya. Namun, kebersamaan di dunia ini tidak ditakdirkan untuk berlangsung terlalu lama. Meskipun sang istri adalah seorang wanita shalehah dan bertaqwa, namun bidadari telah lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan oleh surga lebih dari dunia yang kadang tidak ramah kepadanya. Saat dia syahid, Sang Nabi sangat merasakan kehilangan. Namun, dia ingin mengajarkan suatu pelajaran kepada para sahabatnya.

Setelah pertempuran berakhir, Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, "Apakah kalian kehilangan seseorang?" Mereka menjawab dengan tegas, "Tidak, Ya Rasulullah SAW!" Sepertinya Julaibib tidak begitu dianggap oleh mereka. Namun, Rasulullah bertanya lagi, kali ini dengan ekspresi yang berbeda. Beberapa dari mereka mulai merasa cemas. Rasulullah berkata, "Tetapi aku kehilangan Julaibib." Para sahabat pun sadar, dan mereka mulai mencari Julaibib.

Mereka menemukan Julaibib yang mulia, terbunuh dengan luka-luka parah, semuanya diarahkan ke arah depan. Di sekitarnya terbaring tujuh jasad musuh yang telah dia tewaskan. Sang Rasul SAW dengan tangan sendiri mengkafani Sang Syahid dan mendoakannya. Beliau SAW menyatakan, "Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya."

Di jalan cinta para pejuang, cinta melampaui batas suka dan tidak suka, bahkan cinta dan benci. Karena hikmah sejati seringkali tidak terungkap pada awalnya, dan kebodohan seringkali mempermainkan kesan sesaat. Namun, percayalah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih mengetahui tentang kita. Dialah yang akan mengarahkan pertunjukan kepahlawanan bagi para aktor ketaatan. Dan semuanya akan berakhir dengan keindahan surga yang telah dijanjikan-Nya.

"Apa arti rupa yang cantik dan kedudukan yang tinggi jika rumah tangga porak-peranda? Suami berselingkuh dengan istri, dan istri bermain kayu tiga di belakang suami. Apa artinya harta melimpah jika hati selalu gelisah dan cemas karena terus dikejar-kejar oleh orang lain? Rezeki yang sedikit namun diberkati oleh Allah sudah cukup. Suami yang dijodohkan, tanpa memperhatikan penampilan fisiknya, asalkan bisa memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat, adalah yang paling berharga."

Itulah kisah sahabat nabi yang mengagumkan, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Sahabat Nabi Yang Mengagumkan, Julaybib!"