Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Tentang Kilab Bin Umaiyah Dan Baktinya Kepada Orang Tua

Kilab Bin Umaiyah

Kisah Tentang Kilab Bin Umaiyah Dan Baktinya Kepada Orang Tua

Patimon.site - Seorang pria bernama Kilab bin Umayyah bin Askar memiliki orang tua yang sudah lanjut usia. Setiap pagi dan petang, dia memberi susu kepada keduanya. Suatu hari, dua orang mendekatinya dan mengajaknya pergi berperang. Kilab tertarik dan memutuskan untuk pergi, sehingga ia membeli seorang hamba untuk merawat orang tuanya.

Suatu malam, sang hamba datang dengan dengan membawa susu untuk orang tua Kilab, yang sedang tidur. Dia tidak ingin membangunkan mereka, jadi dia menunggu sebentar dan kemudian pergi. Tengah malam, orang tua Kilab terbangun lapar, dan ayahnya berkata bahwa dua orang telah memohon kepada Kilab dengan kitabullah. Mereka telah bersalah dan merugi. Ayahnya menyalahkan Kilab karena meninggalkan mereka dalam keadaan seperti itu.

Ketika ada orang dari luar Madinah yang datang, Umar bin Khatab selalu menanyakan kabar dan keadaan mereka. Ketika Umar mendengar cerita ini, dia menangis dan berkata bahwa Kilab telah membuat kesalahan yang besar dengan meninggalkan orang tuanya dalam kesulitan.

Kemudian, bapak Kilab, Umaiyah bin Askar, datang dengan penuntunnya ke masjid untuk bertemu Umar. Dia mengungkapkan rasa kesal dan penderitaannya kepada Umar, mengatakan bahwa Umar telah mencelanya tanpa memahami penderitanya. Dia memohon agar Umar mengembalikan Kilab dari perang di Irak. Dia menjelaskan betapa besar cintanya kepada Umar dan harapannya agar Kilab kembali. Umar terharu mendengarnya dan berjanji untuk mengambil tindakan.

Umar kemudian menulis surat kepada Abu Musa al-Asy'ari untuk memulangkan Kilab ke Madinah. Abu Musa menghadap Kilab dan mengatakan agar ia menemui Amirul Mukminin, Umar bin Khattab. Kilab awalnya enggan, namun akhirnya pergi setelah Abu Musa memintanya.Kilab akhirnya pulang ke Madinah dan ketika bertemu dengan Umar, Umar menanyakan sejauh mana dia telah berbuat baik kepada orang tuanya. Kilab menjelaskan bahwa dia telah mencukupi kebutuhan mereka dengan penuh perhatian, bahkan memilih onta betina yang sehat dan gemuk untuk memerah susu yang terbaik untuk mereka.

Umar kemudian meminta bapak Kilab untuk datang. Bapak Kilab datang dengan kesehatan yang buruk dan mengungkapkan keinginannya untuk melihat dan mencium Kilab sebelum meninggal. Umar memerintahkan Kilab untuk memerah susu onta untuk ayahnya seperti biasa. Ketika ayah Kilab minum susu itu, dia merasa begitu bahagia dan bersyukur. Umar mengungkapkan bahwa Kilab telah pulang atas perintahnya, dan mereka semua menangis bahagia.

Kilab akhirnya tinggal bersama orang tuanya sampai akhir hayat mereka. Itulah kisah tentang kilab Bin umaiyah dan baktinya kepada orang tua, semoga bermanfaat.👀


Posting Komentar untuk "Kisah Tentang Kilab Bin Umaiyah Dan Baktinya Kepada Orang Tua"