Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam Singkat

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam Singkat

Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam Singkat

Patimon.site - Umar bin Khattab RA dikenal sebagai sosok yang keras dan berpostur tegap. Seringkali, sebelum masuk Islam, dia memperlakukan kaum Muslim dengan kasar. Sebenarnya, di dalam hatinya, Umar seringkali merasa bimbang antara pengagungannya terhadap ajaran nenek moyang, kesenangan pada hiburan dan minuman keras, dengan kekagumannya terhadap ketabahan kaum Muslimin serta bisikan hatinya bahwa Islam mungkin lebih mulia dan lebih baik.

Suatu hari, Umar pergi dengan maksud untuk membunuh Rasulullah SAW dengan pedang terhunusnya. Namun, di tengah jalan, dia dihadang oleh Abdullah an-Nahham al-'Adawi yang bertanya, "Kemana engkau, Umar?"

"Aku hendak membunuh Muhammad," jawab Umar.

"Apakah engkau akan aman dari Bani Hasyim dan Bani Zuhroh jika engkau membunuh Muhammad?"

"Jangan-jangan engkau sudah murtad dan meninggalkan agamamu?" tanya Umar.

"Maukah engkau kusampaikan sesuatu yang lebih mengejutkan, wahai Umar? Saudara perempuanmu dan iparmu telah murtad dan meninggalkan agamamu," kata Abdullah.

Setelah mendengar hal ini, Umar pergi ke rumah adiknya. Di dalam rumah tersebut, Khabbab bin Art sedang mengajar al-Quran kepada keduanya, yaitu Fatimah (saudara perempuan Umar) dan suaminya. Ketika Khabbab merasa kedatangan Umar, dia segera bersembunyi di balik rumah. Sementara itu, Fatimah segera menutup lembaran al-Quran.

Sebelum masuk rumah, Umar telah mendengar bacaan Khabbab, lalu dia bertanya, "Suara apa yang tadi saya dengar dari kalian?"

"Tidak ada suara apa-apa kecuali obrolan kami berdua saja," jawab mereka.

"Pasti kalian telah murtad," kata Umar dengan marah.

"Wahai Umar, bagaimana pendapatmu jika kebenaran bukan berada dalam agamamu?" jawab ipar Umar.

Setelah mendengar jawaban itu, Umar segera menendangnya dengan keras hingga jatuh dan berdarah. Fatimah pun membangunkan suaminya yang terluka, namun dia juga ditampar oleh Umar dengan keras sehingga wajahnya berdarah. Dengan penuh kemarahan, Fatimah berkata kepada Umar:

"Wahai Umar, jika kebenaran tidak terdapat dalam agamamu, maka aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Rasulullah."

Melihat saudara perempuannya yang terluka dan berdarah, Umar merasa menyesal dan malu. Kemudian, dia meminta lembaran al-Quran tersebut. Namun, Fatimah menolaknya dengan menyatakan bahwa Umar harus membersihkan diri (mandi) karena dianggap najis sebelum bisa menyentuh mushaf. Umar pun patuh kepada permintaan Fatimah.

Setelah mandi, Umar membaca lembaran tersebut dan membaca: "Bismillahirrahmanirrahim." Kemudian dia berkomentar, "Ini adalah nama-nama yang indah dan suci."

Kemudian beliau terus membaca :

Hingga ayat :

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”

(QS. Thaha : 14)

Beliau berkata, "Betapa indah dan mulianya ucapan ini. Tunjukkan padaku di mana Muhammad."

Mendengar ucapan tersebut, Khabab bin Art keluar dari balik rumah sambil berkata, "Bergembiralah, wahai Umar. Saya berharap doa Rasulullah SAW pada malam Kamis lalu adalah untukmu. Beliau SAW berdoa, 'Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang lebih Engkau cintai, Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam.' Rasulullah SAW sekarang berada di sebuah rumah di kaki bukit Shafa."

Umar segera bergegas menuju rumah tersebut sambil membawa pedangnya. Ketika tiba di sana, dia mengetuk pintu. Seseorang di dalam rumah mencoba mengintipnya melalui celah pintu dan melihat Umar bin Khattab datang dengan garang serta membawa pedang. Orang itu segera memberitahu Rasulullah SAW, dan mereka berkumpul.

Hamzah bertanya, "Ada apa?"

"Umar," jawab mereka.

"Umar?! Buka pintunya untuknya. Jika dia datang membawa kebaikan, kita sambut. Tetapi jika dia datang membawa keburukan, kita akan menghadapinya dengan pedangnya sendiri."

Rasulullah SAW memberi isyarat agar Hamzah menemui Umar. Hamzah pun segera menemui Umar dan membawanya menemui Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW memegang baju dan gagang pedang Umar, lalu ditariknya dengan keras seraya berkata:

"Engkau, wahai Umar, akan terus begini hingga kehinaan dan adzab Allah menimpa dirimu seperti yang dialami oleh Walid bin Mughirah? Ya Allah, inilah Umar bin Khattab. Ya Allah, kokohkanlah Islam dengan Umar bin Khattab."

Maka Umar berkata, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah." Kesaksian Umar tersebut disambut dengan takbir oleh orang-orang yang berada di dalam rumah saat itu, hingga suaranya terdengar hingga ke Masjidil-Haram.

Masuknya Umar ke dalam Islam menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sementara di pihak lain, kaum Muslimin menyambutnya dengan suka cita.

Itulah kisah Umar Bin Khattab masuk Islam, semoga bermanfaat.👀

Posting Komentar untuk "Kisah Umar Bin Khattab Masuk Islam Singkat"