Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Kebijaksanaan Nabi Muhammad

Kisah Kebijaksanaan Nabi Muhammad

Kisah Kebijaksanaan Nabi Muhammad

Patimon.site - Ketika pasukan Muslim bersama Rasulullah dan sahabatnya datang untuk menaklukkan kota suci Makkah, orang-orang musyrik dan kaum Quraisy sangat ketakutan. Tidak ada yang berani melawan pasukan Muslim yang dipimpin langsung oleh Rasulullah. Di antara mereka, Abu Sufyan, pemimpin kaum kafir dan bangsawan terhormat, sangat terpukul. Meskipun biasanya disanjung oleh rakyatnya, saat itu ia tidak berani keluar dari rumahnya.

Rasulullah S.A.W. bertindak bijaksana dalam situasi ini. Ketika akan meruntuhkan berhala-berhala di Ka'bah, Beliau berseru kepada penduduk Makkah, "Barang siapa yang masuk ke dalam Masjidil Haram atau rumah Abu Sufyan, akan dilindungi." Mendengar seruan ini, Abu Sufyan merasa bangga karena rumahnya disamakan dengan Masjidil Haram, tempat yang dihormatinya. Sekarang, ia tidak lagi kehilangan muka di hadapan rakyatnya. Putra Abu Sufyan, Mu'awiyah, pun masuk Islam.

Namun, Abu Sufyan dan istrinya masih ragu untuk menerima Islam. Mereka meminta waktu selama seminggu untuk berpikir. Ketika Rasulullah mendengarnya, Beliau menjawab, "Jangan seminggu! Apakah itu terlalu singkat?" Abu Sufyan terkejut dan bertanya, "Tidak, satu minggu terlalu cepat bagimu. Kini, kuberi waktu dua bulan untuk merenung, apakah kamu akan bersyahadat atau tidak. Islam adalah agama orang-orang yang berfikir dan berakal. Tidak ada agama bagi mereka yang tidak memiliki akal." Demikianlah bijaknya sikap Rasulullah dalam menangani situasi ini. Meskipun berkuasa, Beliau selalu bertindak dengan bijaksana dan adil. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah ini.

Itulah kisah kebijaksanaan Rasulullah SAW, semoga bermanfaat ❤️


Posting Komentar untuk "Kisah Kebijaksanaan Nabi Muhammad"